Fokus  kebijakan rekruitmen  mahasiswa mengarah pada diperolehnya calon mahasiswa yang bermutu. Untuk itu berbagai sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa terus ditingkatkan. Dalam rangka mendapatkan mahasiswa yang bermutu, promosi dilakukan dengan berbagai cara baik secara langsung melalui website UPI, maupun secara tidak langsung melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, dosen dan alumni yang disinergiskan oleh program studi dan organisasi kemahasiswaan di tingkat departemen (Badan Eksekuitf Mahasiswa, BEM) yang disebut sebagai Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK).  Hal ini dilakukan  dalam rangka merekrut calon mahasiswa  bermutu sebanyak-banyaknya sehingga tingkat keketatan dalam seleksi terus meningkat yang akan berdampak pada diperolehnya calon mahasiswa bermutu yang  mendukung pada peningkatan kualitas input.

Sistem  seleksi calon mahasiswa Prodi  Kimia dilakukan melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri) dan Seleksi Mandiri (SM) UPI, dan jalur lainnya seperti jalur kerjasama UPI-Pemda. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru UPI dilakukan dengan mempertimbangkan kebijakan pada mutu input, pemerataan akses baik aspek wilayah maupun kemampuan ekonomi, mekanisme rekruitmen yang akuntabel dan kesesuaian dengan karakteristik mutu dan tujuan program studi. Untuk menjaga mutu input dan pemerataan aspek wilayah maupun kemampuan ekonomi yaitu dengan dilakukannya jalur masuk melalui SNMPTN. Syarat utama peserta yang mengikuti jalur SNPTN adalah peringkat 10 besar untuk  tiap semester  selama 5 semester di SMA/MA dengan juga memperhatikan pemerataan akses dari aspek wilayah maupun kemampuan ekonomi calon mahasiswa.  Baik pada jalur masuk melalui SNMPTN, SBMPTN dan SM UPI, proses pendaftaran, seleksi dan pengumuman hasil dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk untuk itu pada tingkat universitas yang akuntabilitas sangat terjaga dan kebijakan sepenuhnya berada di tingkat universitas. Meskipun demikian,  beberapa persyaratan akademik dan non akademik yang spesifik untuk seleksi didasarkan pada masukkan yang diusulkan oleh program studi, sehingga relevansi karakteristik prodi dengan kompetensi calon mahasiswa dapat terjaga. Perbandingan antara daya tampung Prodi Kimia, mahasiswa yang mendaftar dan mahasiswa baru yang tercatat di Prodi Kimia selengkapnya dapat dilihat pada Gambar berikut.

Gambar . Perbandingan Jumlah Mahasiswa Baru yang Diterima, Daya Tampung  dan Peserta Seleksi Pada Program Studi S1 Kimia Lima Tahun Terakhir

 

Seperti diperlihatkan  pada Gambar 2, secara umum sejak tahun ajaran 2011/2012, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar dari tahun ke tahun melalui berbagai jalur selama lima tahun makin meningkat dengan persentase peningkatan yang sangat signifikan, yaitu mencapai lebih dari dua kali lipat. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat pada Program Studi S1 Kimia UPI dari tahun ke tahun makin besar. Pencapaian tersebut bukan merupakan hal yang mudah, mengingat program studi sejenis juga terdapat di banyak Perguruan Tinggi lain, baik negeri maupun swasta yang terdapat di Jawa Barat, Banten, atau DKI Jakarta. Tercatat di Bandung, terdapat 4 Program Studi S1 Kimia  yang berdiri di 4 PTN, di Bogor tercatat terdapat 1 Program Studi S1 Kimia di PTN,  dan di DKI Jakarta tercatat 3 Program Studi S1 Kimia yang berdiri di PTN. Banyaknya Program Studi S1 Kimia yang berdiri di wilayah Jawa bagian Barat tersebut mengakibatkan peminat terbagi ke banyak universitas.

Pembatasan jumlah mahasiswa di Program Studi S1 Kimia UPI membuat tingkat keketatan seleksi juga makin meningkat. Hal tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. Bila pada tahun 2011/2012, tingkat keketatan masih rendah (1: 11), pada tahun-tahun berikutnya tingkat keketatan makin meningkat, dan pada tahun 2015/2016 tingkat keketatannya mencapai 1:15 atau telah terjadi peningkatan satu setengah kalinya.  Calon mahasiswa yang mendaftar tersebut berasal dari berbagai karak-teristik sekolah dan siswa. Siswa pendaftar berasal dari SMA/MA negeri dan swasta, yang ada di kota besar maupun di kota kecamatan baik yang ada di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat seperti dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan Sumatera.