Kurikulum pada Program Studi S1 Kimia FPMIPA UPI disusun sebagai upaya mewujudkan visi, misi, sasaran, dan tujuan penyelenggaraan program studi. Kurikulum yang disusun merupakan hasil elaborasi dari visi, misi, sasaran, dan tujuan Program Studi S1 Kimia.

 Kurikulum pada Program Studi S1 Kimia UPI juga berupaya merespon tuntutan dan kebutuhan stake holder serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni terkait kimia. Oleh karena itu, lulusan dan pengguna dilibatkan dalam pengembangan dan review kurikulum baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui tracer study). Pengembangan kurikulum disesuaikan dengan kondisi, tuntutan, kebutuhan, serta perkembangan lapangan melalui kemitraan dengan berbagai lembaga riset dan industri.

Kurikulum pada Program Studi S1 Kimia FPMIPA UPI terdiri atas 147 SKS. Kurikulum yang disusun telah mengakomodasi kepentingan lokal, nasional, dan internasional. Kurikulum yang tersebut merupakan hasil identifikasi dari kemampuan institusi, kebutuhan lapangan, dan identifikasi terhadap kemampuan dan pengetahuan yang dikuasai dosen. Struktur Kurikulum Program Studi S1 Kimia dapat dilihat dalam Tabel 1.

Tabel. 1.

Struktur Kurikulum Program Studi S1 Kimia

Jenis Mata Kuliah SKS Rumpun Mata Kuliah Jml MK Jml SKS
(1) (2) (3) (4) (5)
Mata Kuliah Wajib

(51 Mata Kuliah)

131 MK Umum Universitas 7 16
MK Keahlian Fakultas 3 9
MK Keahlian Program Studi:
·    Fundamental Kimia 8 19
·    Core (Inti) Kimia 23 60
·    Pendukung/Terapan Kimia 10 27
Mata Kuliah Pilihan

(6 Mata Kuliah)

16 KBK Kimia Lingkungan 6 16
KBK Kimia Material 6 16
KBK Kimia Hayati 6 16
KBK Kimia Makanan 6 16
Jumlah Keseluruhan 147

(Wajib Diambil)

75  195

(Ditawar-kan)

 

Struktur dan siklus mata kuliah memiliki jalinan fungsional serta jalinan konseptual yang jelas, terarah, dan terpadu. Urutan matakuliah disesuaikan dengan konsep-konsep yang saling menunjang (mata kuliah yang pertama merupakan prasyarat bagi mata kuliah berikutnya, dan seterusnya) membentuk satu kesatuan sehingga menghasilkan struktur keilmuan yang utuh dan lengkap.

Derajat integrasi materi intra disiplin ilmu yang tertinggi diupayakan melalui mata kuliah yang dapat membekali kemampuan bekerja di lapangan (MKK Program Studi). MKK Program Studi memiliki derajat integrasi dengan mata kuliah kegiatan laboratorium. Derajat integrasi materi pembelajaran antar disiplin ilmu diupayakan melalui sinkronisasi antara MKU dengan MKKPS guna mengembangkan sikap dan wawasan serta mengembangkan kemampuan/keterampilan. MK Pilihan merupakan mata kuliah konsentrasi akademik yang berfungsi untuk menambah wawasan tentang disiplin ilmu kimia tertentu.

Berdasarkan karakteristiknya, kurikulum pada Program Studi S1 Kimia berorientasi lapangan, menggunakan pendekatan kombinasi antara disiplin ilmu dan kemampuan profesional, keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan spesialisasi, dan bersifat fleksibel. Untuk itu, peluang mahasiswa melanjutkan ke jenjang S2 terbuka lebar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Misi pembelajaran dilaksanakan melalui pengembangan dan pelatihan kompetensi yang diharapkan mengacu pada kompetensi lulusan sebagai bahan rujukan dalam pengembangan silabus mata kuliah. Efisiensi internal dan eksternal dilihat dari sejauhmana mata kuliah yang ditawarkan dapat berkontribusi terhadap kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan lapangan.

Strategi dan metode setiap perkuliahan disesuaikan dengan tujuan yang tertera dalam deskripsi perkuliahan maupun silabusnya. Pengembangan materi pembelajaran disesuaikan dengan tujuan mata kuliah yang tertera dalam RPS. Efisiensi mengajar disesuaikan dengan jumlah SKS mata kuliah dan produktivitas mengajar disesuaikan dengan alokasi waktu yang telah dialokasikan dalam setiap pertemuan perkuliahan. Struktur dan rentang kegiatan mengajar untuk setiap mata kuliah terdiri atas 16 kali pertemuan dalam setiap semesternya. Penggunaan teknologi informasi selama mengajar antara lain komputer/laptop, internet,  dan LCD Projector.

Keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan minimal 80% dari jumlah pertemuan yang ditentukan sebagai syarat dalam mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), dengan catatan ketidakhadiran mahasiswa yang dapat ditolerir adalah akibat adanya kejadian yang luar biasa, misalnya sakit atau ada kepentingan keluarga mendadak. Bimbingan skripsi mahasiswa dilakukan dengan dosen pembimbing yang sudah ditentukan oleh program studi, melalui mekanisme yang ada pada Kelompok Bidang Kajian (KBK). Kurikulum didisain agar bisa memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan: 1)  pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya, 2)  keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable), 3)  pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri, 4)  kemampuan belajar mandiri, 5)  nilai, motivasi dan sikap.

Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap mata kuliah didasarkan pada penilaian acuan patokan (PAP). Dengan acuan ini, nilai pencapaian mahasiswa atas tujuan/kompetensi ditentukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai keberhasilan studi untuk setiap mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen tugas, ujian tengah semester, ujian akhir semester, serta komponen penilaian lainnya.